Peer-reviewed veterinary case report
Three-month-old female Dachshund mix puppy vomiting and very tired
By Cahyani, Ni Kadek Devi et al.·Published in Indonesia Medicus Veterinus·2022·View original on Crossref →
PetCaseFinder translated the abstract of this peer-reviewed paper into plain English so pet owners can read it. We do not publish original research — every detail traces back to the citation above. How we work →
Original publication title: Laporan Kasus: Infeksi Canine parvovirus pada Anjing Persilangan Dachshund
- Species:
- dog
Plain-English summary
A 3-month-old female Dachshund mix was brought to the vet with vomiting, loss of appetite, and lethargy that had lasted for two days. Despite initial treatment, her symptoms did not improve, and tests confirmed she had a parvovirus infection. The vet treated her with intravenous fluids, antibiotics, and anti-nausea medication. By the fifth day of treatment, she started eating on her own and became more active, allowing her to go home on the seventh day with ongoing monitoring.
People also search for: Dachshund puppy vomiting · parvovirus treatment for dogs · why is my puppy lethargic
Abstract
Penyakit parvo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Canine parvovirus. Pada anjing, virus ini dapat menyebabkan dua bentuk gejala klinis yaitu tipe enteritis dan miokarditis. Hewan kasus adalah anjing persilangan Dachshund dengan jenis kelamin betina, berumur tiga bulan dengan bobot badan 4,9 kg dan warna rambut putih krem. Pemilik membawa hewan kasus ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan muntah, anoreksia dan lethargi selama dua hari. Sehari sebelumnya anjing sudah dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan yang sama untuk mendapatkan penanganan, namun keluhan tidak membaik. Frekuensi detak jantung, pulsus, Capillary Refill Time (CRT), frekuensi respirasi dan suhu tubuh anjing kasus dalam rentang normal, tetapi anjing menunjukkan respons sakit saat abdomennya dipalpasi. Pada pemeriksaan feses dengan metode natif tidak ditemukan adanya endoparasit. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anjing kasus mengalami leukositopenia, granulositopenia, anemia normositik hiperkromik dan trombositopenia. Hasil pemeriksaan menggunakan rapid test antigen Canine parvovirus menunjukkan hasil positif sehingga anjing kasus didiagnosis mengalami infeksi Canine parvovirus. Anjing kasus diterapi dengan pemberian cairan infus Ringer Lactate, antibiotik Cefotaxime yang diinjeksikan secara intravena dengan dosis terapi 30 mg/kg dua kali sehari selama enam hari, anti emetik ondansetron dengan dosis terapi 0,18 mg/kg diberikan secara intravena selama enam hari dan 0,1 mg/kg vitamin B kompleks serta 2 mg/kg vitamin K diberikan secara intravena satu hari sekali selama enam hari. Pada hari ke-5 rawat inap anjing sudah dapat makan sendiri dan mulai aktif, sehingga pada hari ke-7 anjing diperbolehkan pulang namun tetap dilakukan monitoring terhadap kondisi anjing.
Find similar cases for your pet
PetCaseFinder finds other peer-reviewed reports of pets with the same symptoms, plus a plain-English summary of what was tried across them.
Search related cases →Original publication on Crossref: https://doi.org/10.19087/imv.2022.11.6.864