Peer-reviewed veterinary case report
Puppy with parvovirus enteritis despite vaccinated mother
By Lubis, Barata Sultan et al.·Published in Indonesia Medicus Veterinus·2023·View original on Crossref →
PetCaseFinder translated the abstract of this peer-reviewed paper into plain English so pet owners can read it. We do not publish original research — every detail traces back to the citation above. How we work →
Original publication title: Laporan Kasus: Infeksi Canine parvovirus Tipe Enteritis pada Anak Anjing Kacang dengan Induk yang Divaksinasi Lengkap
- Species:
- dog
Plain-English summary
A 3-month-old male Kacang puppy named Sapi was brought to the clinic after not eating, vomiting, having bloody diarrhea, and being lethargic for three days. Although his mother was fully vaccinated, Sapi had not received any vaccinations or deworming. Tests confirmed he had a parvovirus infection, and he was treated with fluids, a medication to help with vomiting, and antibiotics to prevent secondary infections. After five days of treatment, Sapi showed improvement and was able to go home.
People also search for: puppy vomiting and diarrhea · parvovirus treatment for dogs · why is my puppy lethargic · Kacang puppy care · dog not eating after vaccination
Abstract
Seekor anjing Kacang jantan bernama Sapi, berumur tiga bulan, bobot badan 5,43 kg, berwarna putih cokelat dengan postur badan tegap datang ke Estimo Petshop & Clinic dengan keluhan tidak nafsu makan, muntah, diare berdarah, dan lemas selama tiga hari sebelum dibawa ke klinik. Anjing tidak memiliki riwayat vaksin dan pemberian obat cacing. Induk anjing sudah divaksin lengkap. Pemeriksaan klinis anjing kasus menunjukkan frekuensi detak jantung, frekuensi pulsus, napas dan suhu tubuh normal, serta Capillary Refill Time (CRT) di atas dua detik. Selain itu turgor kulit lambat, mukosa pucat, responss muntah saat palpasi lambung, dan saat palpasi abdomen terasa kosong. Pemeriksaan hematologi lengkap menunjukkan anjing mengalami anemia mikrositik hiperkromik dan terjadi peningkatan jumlah limfosit. Pemeriksaan test kit parvovirus positif dan pemeriksaan feses negatif. Penanganan dilakukan dengan terapi cairan sodium klorida dan pemberian hematodin 0,4 mL (dua kali sehari) selama lima hari untuk penanganan anemia. Penanganan muntah dilakukan dengan memberikan Metoclopramide HCl 1 mL (dua kali sehari) selama lima hari. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis definitif adalah pemeriksaan hematologi lengkap, tes kit parvovirus, dan pemeriksaan feses. Pencegahan dari infeksi sekunder dilakukan dengan pemberian Metronidazole 10 mL (dua kali sehari) selama lima hari. Setelah lima hari menjalani perawatan, anjing diperbolehkan pulang karena menunjukkan peningkatan kondisi tubuh.
Find similar cases for your pet
PetCaseFinder finds other peer-reviewed reports of pets with the same symptoms, plus a plain-English summary of what was tried across them.
Search related cases →Original publication on Crossref: https://doi.org/10.19087/imv.2023.12.1.42