Peer-reviewed veterinary case report
Pomeranian dog with ehrlichiosis and low blood cells
By Putra, Putu Dian Purnama et al.·Published in Indonesia Medicus Veterinus·2024·View original on Crossref →
PetCaseFinder translated the abstract of this peer-reviewed paper into plain English so pet owners can read it. We do not publish original research — every detail traces back to the citation above. How we work →
Original publication title: Laporan Kasus: Canine Monocytic Ehrlichiosis pada Anjing Pomeranian disertai dengan Pansitopenia
- Species:
- dog
Plain-English summary
A 7-year-old female Pomeranian was brought to the vet with symptoms including loss of appetite, weight loss, dark and oily skin with red spots, and hair loss. The dog also had ticks and showed signs of bleeding under the skin. Blood tests revealed a condition called pancytopenia, which means low levels of red blood cells, white blood cells, and platelets, along with a positive test for a tick-borne infection called canine monocytic ehrlichiosis. The vet treated her with doxycycline, a common antibiotic, along with anti-inflammatory medication and vitamin supplements. After 14 days of treatment, the dog started eating and drinking normally again and became more active, although treatment continued for a total of 21 days to fully address the remaining low platelet count.
People also search for: Pomeranian loss of appetite · dog tick-borne disease treatment · canine monocytic ehrlichiosis symptoms
Abstract
Canine monocytic ehrlichiosis merupakan penyakit parasit darah penting pada anjing disebabkan oleh Ehrlichia sp. melalui vektor caplak Rhipicephalus sanguineus. Ehrlichia sp. merupakan bakteri Gram negatif, obligat intraseluler, dan pleomorfik. Anjing pomeranian betina berumur tujuh tahun diperiksa di klinik Yuno Vet, Ubud, Gianyar dengan keluhan nafsu makan menurun hingga anoreksia, penurunan bobot badan, kulit kehitaman, berminyak, berbintik merah dan mengalami kebotakan, serta adanya caplak. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya petekie pada kulit hingga ekimosis, alopesia di bagian leher, perut dan punggung, adanya infeksi caplak Rhipicephalus sanguineus hampir di setiap bagian tubuh, serta mukosa mulut dan mata pucat. Pemeriksaan hematologi lengkap dan apusan darah anjing kasus menunjukan adanya pansitopenia (anemia normositik normokromik, leukositopenia, trombositopenia) dan adanya intracytoplasmic body pada monosit. Pemeriksaan test kit menunjukan hasil positif Ehrlichia sp. sehingga anjing kasus didiagnosis canine monocytic ehrlichiosis dengan terapi kausatif diberikan doxycycline 5 mg/kg BB dua kali sehari secara peroral selama 21 hari, terapi simtomatif diberikan meloxicam 0,2 mg/kg BB sehari sekali secara peroral selama tujuh hari dan terapi suportif diberikan Vitamin B 12 100 mcg/hari secara peroral selama 21 hari dan Vitamin B kompleks secara peroral selama tujuh hari setelah evaluasi pengobatan di hari ke-14. Setelah pengobatan selama 14 hari, anjing kasus menunjukan perkembangan yang cukup baik yakni nafsu makan dan minum baik, serta anjing sudah kembali aktif dan lincah. Trombositopenia masih ditemukan pada hari ke-14, maka pengobatan tetap dilanjutkan hingga hari ke-21.
Find similar cases for your pet
PetCaseFinder finds other peer-reviewed reports of pets with the same symptoms, plus a plain-English summary of what was tried across them.
Search related cases →Original publication on Crossref: https://doi.org/10.19087/imv.2024.13.3.249