PetCaseFinder

Peer-reviewed veterinary case report

Three-month-old local dog with parvovirus infection treatment

By Insani, Widia et al.·Published in Indonesia Medicus Veterinus·2024·View original on Crossref

PetCaseFinder translated the abstract of this peer-reviewed paper into plain English so pet owners can read it. We do not publish original research — every detail traces back to the citation above. How we work →

Original publication title: Laporan Kasus: Penanganan Infeksi Parvovirus pada Anjing Kacang Umur Tiga Bulan

Species:
dog

Plain-English summary

A 3-month-old local dog was brought in for not eating, vomiting, and weakness. The vet found signs of dehydration and confirmed the dog was infected with canine parvovirus (CPV), a highly contagious virus that can be deadly. The treatment included intravenous fluids for five days, anti-nausea medication, antibiotics, and vitamin injections. After eight days of care, the dog showed significant improvement, started eating again, and became more active.

People also search for: puppy vomiting treatment · dog not eating parvovirus · canine parvovirus recovery signs

Abstract

Canine parvovirus (CPV) merupakan virus yang sangat menular, menyebabkan kematian tertinggi pada bangsa anjing di seluruh dunia. Prevalensi infeksi parvovirus lebih tinggi ditemukan pada anjing berumur di bawah enam bulan. Seekor anjing lokal diperiksa di tempat Praktek Dokter Hewan Ari Sapto Nugroho dengan keluhan; tidak nafsu makan, muntah dan lemas. Hasil pemeriksaan fisik; membran mukosa mulut cetak, Capillary Refill Time (CRT) lebih dari 2 detik, dan anjing lemah. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan terjadi anemia mikorsitik hipokromik, trombositopenia, leukopenia, limfositosis dan monositosis. Pemeriksaan tes kit menunjukkan hasil positif mengandung antibodi Canine Parvo Virus sehingga anjing kasus terinfeksi Canine Parvovirus (CPV). Terapi yang diberikan pada anjing kasus yaitu terapi cairan menggunakan cairan fisiologis (Ringer Lactate, PT. Widatra Bhakti, Jawa Timur). Cairan fisiologis diberikan melalui rute intra vena selama 5 hari. Selain itu diberikan juga obat antiemetik berupa Maropitant Citrate (Prevomax® 10 mg/mL, LeVet Pharma, Oudewater, Belanda) dengan dosis anjuran 1 mg/kg bb, jumlah pemberian sebesar 0,32 mL [IV; q24 jam; 5 hari], antibiotik amoksisilin (Amoksisilin 15% LA® 150 mg/mL, Vetoquinol, Amerika) dengan dosis 30 mg/kg bb, jumlah pemberian 0,64 mL [IM; q72h; 2 kali pemberian], Hematodin (Hematodin® 100 ml, PT Romindo Primavet, Jakarta, Indonesia) dengan label dosis 0,5-2 mL/kg bb, jumlah pemberian sebesar 1,6 mL [IM; q24 jam; 8 hari] dan injeksi Vitamin B kompleks (viamin-34 Inj® 100 ml, Samyang Anipharm, Korea Selatan) dengan label dosis 0,3ml/kg bb, jumlah pemberian sebesar 0,96 ml [SC; q24 jam; 8 hari]. Selama menjalani masa rawat inap yaitu delapan hari memberikan hasil yang memuaskan terhadap kesehatan anjing kasus dari segi nafsu makan yang membaik, serta menunjukkan tingkah laku menjadi lebih aktif.

Find similar cases for your pet

PetCaseFinder finds other peer-reviewed reports of pets with the same symptoms, plus a plain-English summary of what was tried across them.

Search related cases →

Original publication on Crossref: https://doi.org/10.19087/imv.2023.12.6.820